Tinggalkan komentar

Studi Deskriptif Tentang Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Siswa Kelas 3 Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK NU MA’ARIF Kudus Tahun Pelajaran 2005/2006 (P-113)

BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar belakang masalah
Sekarang ini persaingan antar bangsa akan semakin tajam dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Keberhasilan suatu bangsa akan ditentukan seberapa besar kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh mutu pendidikan sebagai pemasok sumber daya manusia. Dunia pendidikan akan memegang peranan yang strategis dan menentukan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang. 
Kegiatan pendididikan hakekatnya merupakan suatu kegiatan yang sesuai dengan adanya manusia. Artinya sejak adanya manusia telah ada usaha-usaha pendidikan dalam rangka memberikan kemampuan kepada peserta didik untuk hidup secara mandiri dalam masyarakat. Sistem pendidikan yang dianut oleh setiap negara akan mewarnai operasional pendidikannya, baik menyangkut isi, bentuk, struktur, kurikulum, maupun komponen pokok kegiatan yang lain. Di sini tampak ada korelasi antara sistem pendidikan dengan tingkat kemajuan dan peradaban suatu bangsa.

Makin tinggi kebudayaan suatu bangsa, maka semakin tinggi dan kompleks proses pendidikan yang terdapat pada bangsa yang bersangkutan. Peningkatan pendidikan dilakukan melalui berbagai pembaharuan dan perbaikan dibidang pendidikan. Arah kebijakan ini menunjukkan kesungguhan 1 pemerintah untuk memeperbaiki dunia pendidikan yang berada di Indonesia dalam rangka menyongsong masa depan. Perbaikan mutu pendidikan tergantung dari perbaikan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh seluruh komponen pembelajaran. 
Keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh mutu pengajaran (kepala sekolah dan guru) serta dukungan administrasi dan ketata usahaan. Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat seberapa besar prestasi belajar yang diraih oleh siswa. Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kecerdasan siswa, sekolah, keluarga, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Masing-masing faktor saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri dalam mempengaruhi prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan tolak ukur yang mudah dikontrol untuk menentukan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran. 
Para pakar pendidikan membicarakan masalah prestasi belajar dari berbagai sudut pandang sesuai dengan keahlian masing- masing. Perbincangan masalah prestasi belajar semakin tajam sejalan dengan kompleksitas permasalahan disekitar pembelajaran. Berbagai penelitian tentang prestasi belajar pernah dilakukan oleh berbagai pihak. Hasil penelitian Mangindaan dan Jiyono (Suryadi dan Tilar, 1993 : 164) menyimpulkan bahwa prestasi belajar siswa sekolah menengah masih sangat memprihatinkan. Rendahnya prestasi belajar siswa menjadi permasalahan nasional yang harus dicari jalan keluarnya. Banyak kita jumpai di lapangan tidak semua siswa memiliki prestasi belajar yang optimal. 
Perolehan prestasi belajar siswa yang dibawah rata-rata (underachiever) dengan tingkat intelejensi yang baik, sering dikategorikan sebagai siswa yang memiliki kesulitan belajar (User dan Setiawati, 1993 : 12). Kenyataan ini menunjukkan bahwa ada masalah yang dihadapi oleh siswa dalam belajarnya. Setiap siswa pernah mengalami kesulitan belajar meskipun dalam tingkat yang berbeda-beda. Keadaan seperti di atas sering dialami oleh lembaga pendidikan di berbagai jenjang. Kondisi yang sama juga dialami oleh SMK NU Ma’arif Kudus berdasarkan pengamatan guru di sekolah ini. 
Pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif banyak dari siswa yang memperoleh pretasi belajar dibawah rata-rata. Untuk Program Produktif nilai yang dinyataka lulus menurut standar kompetensi harus lebih dari sama dengan tujuh. Berdasarkan data dari nilai Rapor siswa kelas 3 pada kompetensi Pemeliharaan dan Penyetelan Mesin (Tune Up) nilai yang dicapai siswa hanya 41% yang memenuhi standar kelulusan, sedangkan 59% tidak memenuhi standar kelulusan. Ini menunjukan bahwa siswa kurang optimal dalam mencapai prestasi belajar Keadaan di atas menunjukkan adanya permasalahan yang dialami oleh siswa dalam belajar. 
Siswa yang memiliki kesulitan belajar pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif harus dibantu supaya dapat keluar dari kesulitan yang dialaminya. Pemecahan yang terprogram akan membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Upaya untuk memecahkan kesulitan belajar hanya dapat dilakukan oleh guru jika faktor penyebab kesulitan belajar dapat diidentifikasi dengan baik. Berdasarkan pemahaman inilah, ingin dilakukan penelitian tentang faktor-faktor kesulitan belajar siswa kelas 3 SMK NU Ma’arif Kudus tahun pelajaran 2005/2006. keberhasilan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan prestasi belajar. 
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: