Tinggalkan komentar

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISKUSI, PEMBERIAN TUGAS DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN DAYA SERAP SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA …(PEND-44)

Dalam beberapa tahun terakhir ini minat belajar dan motivasi belajar siswa dirasakan sangat menurun, hal ini dibuktikan dengan nilai UN yang semakin rendah. Disamping itu pula nilai ulangan harian, ulangan blok dan ulangan umum setiap semester selalu tidak mencapai standar ketuntasan belajar minimal, baik yang terjadi pada mata pelajaran lain umumnya maupun mata pelajaran ekonomi khususnya.


Masalah diatas merupakan topik sentral yang dibicarakan dan dipersoalkan masyarakat dalam dunia pendidikan saat ini. Banyak kendala yang menjadi tantangan dan tidak dapat diatasi. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, saya mencoba mengidentifikasi sebab terjadinya masalah tersebut. Setelah merefleksi kegiatan dan tugas saya sebagai guru maka saya dapat menjawab hal itu disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai, metode mengajar yang kurang tepat, teknik penilaian yang kurang sesuai, serta kurangnya sumber dan sarana belajar yang mendukung. Faktor-faktor inilah yang menjadi sebab rendahnya minat belajar, kurangnya aktivitas dalam mengerjakan tugas, kurangnya inisiatif dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah dan menemukan jawaban sendiri secara tepat dan benar.

Untuk menjawab sebab terjadinya masalah diatas saya mencoba meneliti cara belajar siswa dan konsep mengajar yang sejalan kira-kira sesuai dengan perkembangan teknologi dan sistem pendidikan dewasa ini. Oleh karena itu metode yang paling tepat dan cara pendekatan lebih kontekstual yaitu diskusi dan pemberian tugas serta pemberian motivasi belajar.

Saya yakin metode tersebut dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa dalam belajar dan akan berpengaruh pula pada peningkatan daya serap siswa atau tercapainya standar ketuntasan minimal belajar sesuai dengan ketentuan sekolah dalam mencapai tujuan kurikulum.

Pada metode ini penekanan pembelajarannya lebih difokuskan pada siswa sebagai subjek dalam belajar sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator, motivator, pembimbing dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini berbeda dengan paradigma lama dimana guru sebagai subjek dalam pembelajaran sedang siswa pasif dan mendengar. Strategi metode ini lebih diarahkan pada sistem konstruksivistik yakni memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar mandiri untuk mencapai suatu tujuan.


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: