Tinggalkan komentar

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DI SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA PUTRA DAHA KABUPATEN KEDIRI (PEND-38)

Sesuai peran sebagai guru di lingkungan pendidikan luar biasa maupun sebagai pegawai yang merupakan bagian dari unsur aparatur negara dan pelayan masyarakat, pegawai memiliki peran dan andil yang sangat besar terhadap kemajuan pembangunan bangsa Indonesia, baik pembangunan fisik maupun non fisik. Pembangunan nasional harus kita wujudkan bersama-sama guna membantu pemerintah dalam usaha mencapai tujuan pembangunan nasional yaitu untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur yang merata dan berkesinambungan antara material dan spiritual berdasarkan Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bersatu dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai. Sedangkan peran pegawai dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi kerja yang berkualitas.


Prestasi kerja Pegawai yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, diantaranya adalah bagaimana peran atasan atau kepala dalam memimpin bawahan atau anggota yang disebut dengan kepemimpian seorang pemimpin. Peran pemimpin menurut Davis dan Newstorn (190: 152) sangat penting dalam organisasi . Tanpa adanya pemimpin suatu organisasi hanya merupakan pergaulan orang-orang dan mesin. Selanjutnya Davis dan Newstorm (1990: 152) juga menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja dengan antusias untuk mencapai tujuan.

Sebagai seorang pemimpin dalam organisasi, baik pemerintah maupun swasta mempunyai tugas untuk mengatur dan menggerakkan sejumlah besar orang-orang yang mempunyai berbagai sikap, tingkah laku dan latar belakang yang berbeda-beda, untuk mecapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pelaksanaan tugas pemimpin dalam bekerja yang semakin besar, termasuk tuntutan pemimpin untuk meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan secara praktis, cepat dan tepat.

Beban kerja yang dipikul oleh seorang pemimpin dalam organisasi pemerintahan, dapat dilaksanakan melalui tiga alternatif, yaitu:

1. Penerapan asas staf umum, yaitu seorang pemimpin memanfaatkan staf untuk memberi bantuan dalam menetukan kebijaksanaan dan perencanaan dalam rangka pengambilan keputusan.
2. Pendelegasian dan tanggung jawab, yaitu seorang pimpinan dapat mendelegasikan sejumlah pekerjaan tertentu kepada staf. Hal ini mengingat tugas yang dipikul oleh seorang pemimpin sangat luas, padahal setiap pimpinan memiliki kemampuan yang terbatas dalam penyediaan waktu, energi, pengetahuan dan lain-lain.
3. Memanfaatkan bantuan suatu tim, dimana suatu pekerjaan atau beberapa pekerjaan dapat diselesaikan melalui tim yang dibentuk.

Untuk mendapatkan pegawai yang dapat membantu tugas pemimpin secara optimal, maka diperlukan seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan merubah tigkah laku bawahannya kepada tercapainya tujuan organisasi secara maksimal.
Tingkah laku Pegawai dapat diarahkan pada pelaksanaan tugas dengan sebaik-baiknya dan diperlukan adanya usaha pengaturan dan pembinaan pegawai secara optimal. Mengingat kenyataan tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu kebutuhan yang sangat dibutuhkan.

Tujuan Peningkatan kualitas Pegawai untuk mengubah tingkah laku ke arah yang lebih baik untuk melaksanakan aktivitas di segala bidang. Perubahan tingkah laku ke arah peningkatan kualitas Pegawai dapat dilakukan, diantaranya dengan cara pendidikan, pelatihan, pembinaan, penyuluhan, motivasi dan sikap / tingkah laku pemimpin. Bagi Pegawai yang berada pada posisi relatif rendah atau bawahan, perubahan tingkah laku mereka lebih banyak dipengaruhi oleh sikap pemimpin atau atasan mereka (Siagian, 1995 : 12).

Kualitas pegawai dapat kita lihat pada saat yang bersangkutan benar-benar mampu menjalankan tugas-tugasnya atau mencapai target melebhi dari yang ditetapkan sebelumnya (diharapkan) dalam bidang tugasnya masing-masing, misalnya:
(1) Penerbitan Surat Keputusan (SK) tepat pada waktunya.
(2) Perencanaan dan pelaksanaan perbaikan sarana dan prasarana organisasi pemerintahan
(3) Proses pembayaran gaji yang tepat pada waktunya
(4) Penggunaan dana sesuai dengan anggaran
(5) Pengadaan barang dengan harga wajar dan penyerahannya tepat pada waktunya dan sebagainya.

Kualitas pegawai dapat diwujudkan dengan prestasi kerja yang baik dalam rangka menunjang kelancaran mencapai tujuan organisasi. Dengan prestasi kerja yang tinggi berarti para pegawai benar-benar dapat berfungsi sebagai penghasil kerja yang tepat guna dan berhasil guna sesuai dengan sasaran-sasaran organisasi yang hendak dicapainya (Musanef, 1986: 16). Dengan prestasi kerja para pegawai dapat terpenuhi, maka pembangunan untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 akan segera tercapai.
Undang-Undang Pokok Kepegawaian Nomor 8 tahun 1974 jo Nomor 43 tahun 1999 menyebutkan “Pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja” (pasal 2 ayat 2).


Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: